Pemkab PPU Masih Terus BerjuangWujudkan Jembatan Penajam-Balikpapan
2011-01-08 07:19:49
PENAJAM-Antrian panjang kendaraan dari Kabupaten Panajam Paser Utara ke Kota Balikpapan melalui penyeberangan kapal feri, setiap hari semakin memanjang hingga mencapai 5 kilo meter lebih. "Kondisi penyeberangan di Panajam seperti ini setiap hari. Bahkan saat hari-hari besar antrian mencapai depan rumah saya. Padahal kapal fery melayani 24 jam nonstop," kata Wakil Bupati PPU Mustaqim. Solusinya, kata dia, adalah pembangunan jembatan penyeberangan harus diwujudkan. Sebab jembatan itu bukan kepentingan rakyat Penajam semata, tetapi seluruh masyarakat, baik Kaltim maupun sebaliknya. "Jembatan itu bukan ambisi atau kepentingan Pemkab Panajam, tetapi untuk kepentingan trans Kalimantan. warga Panajam untuk menyeberang bisa saja pakai perahu klotok atau speed. Sedangkan warga lain membawa mobil tentunya sangat membutuhkan jembatan agar cepat sampat tujuan. Selain itu, jika jembatan terwujudkan perekonomian masyarakat juga akan meningkat," ungkap Mustaqim. Dengan kondisi penyeberangan saat ini, lanjut Mustaqim, tentu tidak efisien. Karena, harus antri berjam-jam. Belum di kapal feri juga memakan waktu, mahal biaya, tidak nyaman. Tetapi apabila ada jembatan, bisa 10 menit sampai ke seberang. "Untuk progres jembatan, Bupati dan jajaran Pemkab Panajam Paser Utara terus berjuang mewujudkan jembatan tersebut. Tapi saya heran, sekarang ini seolah-olah Panajam sendiri yang berjuang," ungkapnya. john
|