Tentang Kemajuan Pembangunan Kampung Long HubungHarapkan Realisasi Sarana dan Prasarana Kemasyarakatan
2011-01-10 04:27:02
SENDAWAR-Pembangunan di Kampung Long Hubung, Kecamatan Long Hubung, Kabupaten Kutai Barat pada era pemerintahan Bupati Ismael Thomas SH Msi-H Didik Effendi Ssos Msi (2006-2011) ini semakin menggeliat, hal itu untuk perubahan hajat hidup masyarakat agar menjadi lebih baik. Terbukti dengan sejumlah pembangunan sarana dan prasarana, infrastruktur kampung, Sumber Daya Manusia (SDM) bahkan bidang kemasyarakatan lainnya yang sudah terealisasi. Disamping itu, ada beberapa bidang sarana dan prasarana yang belum terealisasi, dan diharapkan agar kepanjangan tangan pemerintah kabupaten kubar dapat mendengar dan mengakomodirnya pada 2011. Pembangunan sangat diperlukan karena Kampung Long Hubung terletak di wilayah mahakam ulu sulit dijangkau transportasi darat, sehingga transportasi air melalui sungai mahakam yang menjadi andalan warga. Dengan pembangunan berkesinambungan maka isolasi daerah akan terbuka, demikian hal itu diungkapkan oleh Petinggi Kampung Long Hubung, Martinus Jiu Luhat kepada Poskota Kaltim. "Kampung Long Hubung merupakan Ibukota Kecamatan Long Hubung yang saat ini pembangunannya cukup pesat. Kami sebagai petinggi kampung telah memberikan laporan tahunan periode 2010 tentang kemajuan pembangunan itu kepada Pemkab Kubar, yang merupakan gambaran pembangunan yang dilaksanakan. Jumlah penduduk Kampung Long hubung adalah 1193 jiwa terdiri dari 304 Kepala Keluarga (KK) dengan luas wilayah +-20000 hektar. Bahkan masyarakat wilayah itu telah mengenyam pendidikan dengan layak hingga tingkat perguruan tinggi. Dengan SDM yang baik pembangunan akan lebih maju dan lebih cepat," tutur Martinus Jiu kepada Poskota Kaltim Kamis lalu (06/01/2010), dirumah kediamannya Kampung Long Hubung RT 1. Beberapa hal yang telah terealisasi dari pemkab kubar dan pembangunannya sebagian ada yang sudah selesai, sebagian sedang dalam proses pelaksanaan pembangunannya pada tahun 2010 di Kampung Long Hubung menurut Martinus, berkisar pada sarana dan prasarana kemasyarakatan. Karena sarana dan prasarana merupakan hal utama bagi masyarakat, mengingat Kampung Long Hubung berjarak jauh dari ibukota kabupaten. "Telah terealisasi dan pembangunannya sebagian sedang dalam proses dilaksanakan, dananya bersumber dari Alokasi Dana Kampung (ADK) tahun 2010, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kubar tahun 2010 serta Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM). Bangunan fisik tersebut antara lain Bangunan Lamin Adat, rehab gedung SMA Awang Long-Long Hubung, pembangunan rawat inap Puskesmas Long Hubung, pembangunan perpustakaan SMPN 21 Sendawar-Long Hubung serta pembangunan Posyandu ukuran 8x12 meter sedang dalam persiapan. Kami berharap dengan pembangunan itu memudahkan pelayanan pemerintah bagi masyarakat," katanya. Dalam perbincangan panjang lebar dengan Poskota Kaltim, Martinus Jiu juga mengungkapkan harapan masyarakat kepada pemkab kubar agar dapat meneruskan pembangunan kedepan, sehingga beberapa hal yang masih sangat diperlukan masyarakat akan segera terbangun dan terealisasi. Kendala utama masyarakat wilayah itu hendak ke Ibukota Kabupaten Sendawar, adalah akses darat yang belum sempurna. Meskipun saat ini sudah ada akses darat dari Kampung Long Hubung menuju Kampung Datah Bilang dan Kampung Lutan ke Kampung Kelian Dalam menggunakan eks jalan perusahaan logging, tetapi belum sempurna. "Akses darat itu masih belum sempurna, karena bekas (eks) jalan perusahaan kayu itu saat ini belum diaspal. Meski sudah ditaburi batu koral tapi saat musim hujan sangat tidak layak dilalui," terangnya. Pada sisi perekonomian, dipaparkan Martinus pengembangan tanah pertanian penduduk wilayah itu belum maksimal, karena hingga kini sistem pengelolaan tanah pertanian di Kampung Long Hubung belum mencerminkan pola tanam/pengelolaan tanah pertanian terpadu, masih menggunakan pola tradisional dengan berladang berpindah-pindah. "Sehingga tingkat produktivitas/hasil yang dicapai dari sektor pertanian belum optimal, untuk merubah itu telah direncanakan pengembangan pertanian sistem terpadu. Meskipun demikian, saat ini perencanaan untuk pengembangan telah dimulai, tercatat saat ini sudah ada sejumlah 350 hektar perkebunan yakni; perkebunan aren, perkebunan sengon dan perkebunan karet masyarakat," ungkapnya. Martinus sangat berharap agar kedepan pemkab kubar dapat segera memperhatikan sarana dan prasarana lain yang sangat diharapkan masyarakat, terutama pengadaan listrik sebagai penerangan (listrik kampung), kerusakan PDAM yang hingga kini belum diperbaiki (krisis air bersih), tidak adanya pembinaan kelompok tani berkelanjutan, minimnya sarana fasilitator ATK kampung serta pengaturan batas kampung yang perlu segera dilakukan pemkab.imr
|