Tuntut Keadilan Warga Muara Jawa ProtesLakukan Aksi Tanam Pohon Pisang Sepanjang Jalan
2011-01-10 04:39:03
TENGGARONG, Ada berbagai macam cara untuk mengekpresikan kekecewaan terkait persoalan pemerataan pembangunan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Seperti halnya yang dilakukan oleh warga Kecamatan Muara Jawa. Merasa pembangunan yang dilakukan pemerintah belum merata dan berkeadilan, puluhan warga Muara Jawa melakukan protes dengan melakukan aksi menanam pohon pisang dan kelapa disepanjang 1 km yakni di jalan Ahmad Yani Muara Jawa Ulu, Sabtu (8/1) siang lalu. Aksi penanaman pohon pisang dilakukan sebagai bentuk protes atas kecewanya warga, lantaran porsi anggaran untuk pembangunan untuk kecamatan Muara Jawa sebagai daerah penghasil sangatlah kecil, bahkan lebih parahnya, pada anggaran 2011 ini banyak usulan anggaran pembangunan jalan yang sengaja dicoret oleh Bapeda. “Kita merasa sangat kecewa, karena banyak usulan anggaran pembangunan dicoret pda tahun anggaran 2011 ini. Meskipun kami sendiri belum tahu persis isi dari buku APBD 2011 Kukar, namun informasi yang kami terima Bapeda yang coret anggaran pembangunan di Muara Jawa yang kami usulkan, seperti pembangunan Jalan Ahmad Yani, Karya Bersama, Muara Kembang, Lingkar Dua, dan Poros Dalam. Lebih memprihatinkan lagi pada 2011 ini anggaran untuk Muara Jawa kurang dari Rp10 miliar, dan malahan di kecamatan lain ada yang sampai Rp.200 miliar. Pembangunan seperti ini dibilang merata dari mana,?. Kami sebenarnya tak menginginkan yang muluk-muluk, namun diperhatikan dengan porsi yang adil, karena sebagai daerah penghasil migas dan batubara dan menyumbang APBD untuk Kukar tentunya selayaknya mendapatkan perhatian,” papar Haris Tiro perwakilan warga Muara Jawa kepada wartawan usai melakukan aksi penanaman pohon pisang. Haris menyatakan, kalau aksi penanaman pohon pisang ini tidak akan dihentikan sebelum adanya respon dari Pemerintah Kukar terkait dengan tuntutan masalah pemerataan pembangunan.”Selama ini kami cukup sabar dan diam saja, namun ternyata bentuk perhatian pemerintah malah makin kurang,” tegasnya. PEMEKARAN Sementara itu Andi Aziz, yang juga tokoh masyarakat Muara Jawa, menganggap pemerataan pembangunan merupakan sesuatu harapan yang diinginkan warga Muara Jawa. Tapi kenyataan di lapangan justru malah sebaliknya, sebagai daerah penghasil seakan-akan dianaktirikan, porsi anggaran sangatlah rendah dibanding kecamatan lain.“Oleh karena itu, agar kemajuan pembangunan dan pemerataan itu terwujud maka pemekaraan Kutai Pesisir adalah jawabannya, dan ini adalah harga mati,” kata Andi Azis. Andi Aziz menyatakan, kalau selayaknya Bupati Kutai Kartanegara merespon niat baik masyarakat pesisir dengan memberikan rekomendasi pemekaraan Kutai Pesisir. ”Perjuangan kita tidak akan berhenti begitu saja, pemekaraan tetap akan kita perjuangkan sampai terwujud,” jelas Andi Aziz yang menambahkan, bahwa sesuai dengan komitmen awal, ada lima kecamatan yang siap untuk menjadi kabupaten dengan namanya Kabupaten Kutai Pesisir, yakni Kecamatan Loa Janan, Muara Jawa, Samboja, Sanga-Sanga dan Angana. awi
|