Status STITEK Terancam2011-01-11 02:27:41
BONTANG-Status Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang terancam. Puluhan mahasiswa STITEK tak bisa ujian di tahun ajaran 2012. Hal ini mengundang keprihatinan Direktur Asosiasi Sarjana Peduli Pendidikan Indonesia (ASPPI) Bontang Baidlowi. Dia mempertanyakan kepedulian Pemkot dan DPRD Bontang. Apalagi, STITEK merupakan yayasan dibawah Pemkot, yang didanai APBD sejak 7 tahun terakhir. “Kalau seperti ini, mahasiswa bisa dirugikan. Alangkah baiknya, kalau Direktur STITEK mundur saja. Apa gunanya dana APBD yang selama ini dihibahkan ke universitas ini. Bahkan dalam 7 tahun, baru 1 angkatan sarjana yang diluluskan,” ujar Baidlowi. Dia menyarankan agar Komisi I DPRD segera turun sidak dan memanggil sejumlah pihak terkait untuk mengklarifikasi hal tersebut. "DPRD harus menjalankan fungsi kontrolnya. Masalah pendidikan ini penting," tegasnya. Sementara itu, Kadisdik Bontang A Marzuki mengatakan, masalah akreditasi merupakan wewenang Rektor STITEK dan yayasan. “Soal APBD, memang ada berupa hibah. Cuma itu bukan dibawah Disdik,” katanya. Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STITEK merasa heran dengan kondisi kampusnya. Sebab, apabila hingga 2012 STITEK tak kunjung diakreditasi, maka para mahasiswa terancam tak bisa ikut ujian. Ketua BEM STITEK Saharuddin mengatakan, sejak aktif menerima mahasiswa pada 2003, tahun 2005 kampus ini melengkapi segala kelengkapan administrasi perguruan tinggi mulai izin dari SK Dikti nomor 046/D/O/2005 tanggal 9 Mei, SK Dikti 1757/D/T/2007 dari tanggal 12 Juli 2007 sampai 12 Juli 2011 dengan program studi meliputi Teknik Informatika dan Teknik Elektro. “Sekarang kami minta kejelasan pemerintah kota selaku pemilik yayasan. Jika tak segera terakreditasi hingga tahun 2011, semua mahasiswa terancam tak bisa ujian di kampus STITEK,” jelasnya. wan
|