HUT Brimob Kaltim 14 November 2010Pucuk Pimpinan Brimob Polda Kaltim Terus Berganti
2011-01-11 02:43:51
BALIKPAPAN,Sejak awal terbentuknya Brigadir Mobil (Brimob) dijajaran Polda Kalimantan Timur (Kaltim), beberapa kali terjadi pergeseran pucuk pimpinan. Dan ini merupakan bagian perubahan yang terjadi ditubuh Brimob Polda Kaltim untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat luas. Terutama yang ada di Provinsi Kaltim ini. Pada bulan Mei 1997 terjadi kerusuhan massal yang diberi nama Banjarmasin Kelabu yaitu pembakaran dan penjarahan, Sat Brimob Polda Kaltim mengirimkan Pasukan satu Kompi dipimpi oleh Lettu Pol Sugito, pada tahun 1998 dan Satgas Brimob Tarakan diserahterimakan dari Lettu Pol. Amustian kepada Lettu Pol. Joko Purnomo, karena Lettu Pol. Amustian mendapatkan kesempatan masuk PTIK di Jakarta. Pada tahun 1998, Jabatan Dansat Brimob Polda Kaltim diserahterimakan dari Pgs. Mayor Pol. Drs. Sutrisno kepada Letkol Pol. Merdekansyah. Untuk Realisasi Validasi Satuan Brimob Daerah Kaltim dari type C menjadi type B, kemudian di Polda Kaltim dengan adanya Validasi Brimob dibentuk dua Batalyon, Batalyon A berkedudukan di Balikpapan terdiri dari 6 (enam) Kompi, terdiri dari Empat Kompi Senapan, Satu Kompi Markas, Satu Kompi Bantuan. Dan Batalyon B berkedudukan di Samarinda karena belum ada tempat dan personil maka sebagai embrio diambilkan personil dari Batalyon A satu SSK, pada bulan Oktober 1998, Satbrimob Polda Kaltim berangakat mengamankan Sidang Istimewa MPR November 1998 di Jakarta dipimpin oleh Lettu Pol. Djoko Purnomo, selama satu bulan di Jakarta. Pada tanggal 15 Mei 1999 embrio Batalyon B Brimob di ibukota Samarinda diisi oleh Brimob satu SSK Batalyon A dipimpin oleh Lettu Pol. Paulus Warsino, pada tahun 1999, Jabatan Sat Brimob Polda Kaltim diserahterimakan dari pejabat lama Letkol Pol. Merdekensyah kepada pejabat baru Letkol Pol.Drs. Abdullah Hayati. Pada bulan Juli 1999, Sat Brimobda Kaltim mendapatkan kepercayaan kembali untuk melaksankan tugas pengamanan penentuan Jajak Pendapat di Timor Timur dipimpin oleh Lettu Pol. Djoko Purnomo, sebanyak 100 orang. Pada bulan Nopember 1999 Sat Brimobda Kaltim mendapat penghargaan kembali dalam penugasan di daerah Ambon dengan Sandi Operasi Kemanusiaan selama tujuh bulan dipimpin oleh Kaptel Pol. Paulus Warsino yang sekarang menjabat Kasi Ops Batalyon B. Pada bulan Desember 1999 telah menerima Bintara Polri lulusan SPN Balikpapan sebanyak 100 orang kemudian langsung diberikan pelatihan Dasar Brimob Sat Brimobda Kaltim selama dua bulan. Pada tahun 2000, Jabatan Dansat Brimobda Kaltim diserahterimakan dari pejabat lama Letkol Pol. Drs. Abdullah Hayati kepada pejabat baru Letkol Pol. Drs. Wagner damanik, pada bulan Mei 2000, Jabatan Dansat Brimobda Kaltim diserahterimakan dari pejabat lama Letkol Pol. Drs. Wagner Damanik kepada pejabat baru Letkol Pol. Drs. Robby Kaligis. Pada bulan Pebruari 2000 Sat Brimob da Kaltim telah menerima Bintara Polri lulusan SPN Balikpapan dan SPN Mojokerto sebanyak 90 orang, kemudian langsung diberikan Kejuruan Dasar Brimob Polda Kaltim T. A. 2000/2001. Pada tanggal 27 Juli 2000 Sat Brimobda Kaltim mendapatkan perintah tugas suci dari pimpinan untuk berangkat BKO Polda Irian Jaya dengan Sabdi Operasi Kepolisian “SADAR MATOA 2000” sebanyak satu SSK (100 orang) dipimpin oleh AKBP Djoko Purnomo dan sebagai Wakil Komando Kompi Ipda Sunardi. Pada bulan Nopember 2000, Jabatan Dansat Brimobda Kaltim diserahterimakan dari pejabat lama Leltkol Pol Drs. Robby Kaligis kepada pejabat baru Leltkol Pol Drs. D. Priatna H, guna realisasi tentang perubahan status Polda Kaltim dari type B menjadi type A, demkian juga Satbimobda Kaltim dari type B menjadi type A, sehingga Komandan satuan Bimobda Kaltim harus dijabat oleh seorang yang berpangkat Kolonel. Pada tanggal 22 Januari 2001 anggota Sat Brimobda Kaltim kembali mendapatkan kepercayaan Tugas Operasi CINTA MEUNASAH 2001 di Aceh sebanyak satu kompi (140 orang) dipimpin oleh Ipda Dody Hermawan pada tanggal 9 Januari 2001 menerima Bintara Lulusan SPN Balikpapan 30 orang dan 69 orang Tamtama Brimob dari Watukosek Jatim dan langsung penegnalan lingkungan selama tiga minggu. Pada Tahun 2001, Jabatan Dansat Brimobda Kaltim diserahterimakan dari pejabat lama Kombes Pol.Drs. D. Priatna SH kepada Kombes Pol. Drs. Arie Sulisty, pada Tahun 2003, Jabatan Kasat Brimobda Kaltim diserahterimakan dari pejabat lama Kombes Pol. Drs. Arie Sulistyo kepada AKBP Drs. Arif Wachjunadi, tahun 2003, Jabatan Kasat Brimobda Kaltim diserahterimakan dari pejabat lama AKBP Drs. Arif Wachjunadi kepada AKBP Drs. Sarbini, pada Tahun 2006 Jabatan Kasat Brimobda Kaltim diserahterimakan dari pejabat lama AKBP Drs. Sarbini kepada AKBP Drs. H. Ilham Salahudin SH M.Hum. Pada Tahun 2007, Jabatan Kasat Brimobda Kaltim diserahterimakan dari pejabat lama AKBP Drs. H. Ilham Salahudin, SH M.Hum kepada AKBP Drs. H. Wahyudi Hidayat, pada Tahun 2008 Jabatan Kasat Brimobda Kaltim diserahterimakan dari pejabat lama AKBP Drs. H. lahudin SH, M.Hum kepada AKBP Drs. Handono Warih dan pada tanggal 28 Nopember 2009 Jabatan Karimob Polda Kaltim diserahterimakan dari pejabat lama AKBP Drs. Handono Warih kepada AKBP Drs. Leo Bona Lubis. (max rempas/bersambung)
|