Puluhan Warga Muara Jawa Ngluruk ke DPRDTuntut Pemerataan Pembangunan
2011-01-11 03:46:55
TENGGARONG-Karena pembangunan dianggap tidak mereta puluhan masyarakat dari Kecamatan Muara Jawa, Senin (10/1) siang kemarin mendatangi kantor DPRD di Jalan Wolter Monginsidi Tenggarong. Mereka menuntut, agar daerah penghasil seperti Muara Jawa mendapatkan perhatian yang adil dalam porsi alokasi anggaran tiap tahunnya. Rombongan warga Muara Jawa yang dikoordinatori oleh Andi Aziz dan Lukman itu diterima DPRD Kukar diruang Banmus DPRD yang dipimpin Wakil Ketua H Abdurahman, didampingi anggota Komisi I dan II diantaranya H Sabir Nawir,Baharudin Demu,Zainudin Arhap, Syahrani, dan Sudirman, nampak hadir dalam pertemuan itu Sekretaria Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ridha Darmawan, Kepala Dinas PU Didi Ramyadi. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) itu perwakilan warga Muara Jawa Lukman menyatakan, kalau Muara Jawa merupakan daerah pesisir Kukar yang selama ini sebagai salah satu daerah penghasil untuk APBD Kukar, karena sumber daya alamnya yakni berupa minyak dan gas sangatlah besar. “Namun kenyataannya, porsi pembangunan untuk Muara Jawa seperti dianaktirikan. Pada 2011 ini usulan pembangunan jalan dibeberapa jalan di Muara Jawa banyak yang dicoret. Oleh karena itu mempertanyakan hal itu, alasanya mengapa usulan masyarakat itu dicoret,” kata Lukman. Syahrani Anggota Komisi II DPRD dalam kesempatan itu menegaskan, bahwa tidak ada niat DPRD melakukan setiap usulan pembangunan dari masyarakat. Usulan pembangunan dari masyarakat sewajarnya untuk diperjuangkan.”Karena bila tidak diperjuangkan itu akan menjadi beban moril buat kami.” tegas Syahrani. Hal yang sama juga diungkapkan Sekretaris Bappeda HM Ridha Darmawan. Menurut Dia, Bappeda bekerja berdasarkan tupoksi serta arahan-arahan yang meliputi RPJMD, kebijakan umum anggaran maupun plafon perencanaan anggaran sementara dan Bupati Kutai Kartanegara.”Pada 2011 ini Bupati mengarahkan agar proses pembangunan itu lebih dititikberatkan pada pembangunan jalan dan jembatan, baik antar desa ke kecamatan, kecamatan ke kabupaten. Bappeda sendiri tidak melakukan pencoretan terhadap usulan masyarakat Muara Jawa, bahkan pada 2011 ini anggaran pembangunan itu lebih dari Rp12 miliar,” papar Ridha Darmawan. Menurut Ridha, anggaran (Muara Jawa) bukan dicoret, namun dilihat dari skala prioritas, usulan-usulan pembangunan yang tak masuk pada 2011 ini nantinya akan diusulkan ditahun selanjutnya. Sementara Didi menambahkan, Dinas PU sudah mengusulkan kepada Bappeda berbagai proyek yang masuk anggaran. “Total kami sebenarnya mengajukan Rp5 Triliun. Tapi yang didapat hanya Rp415 Miliar saja. Lalu pada pertemuan Banggar, ada prioritas yang akan dibangun seperti proyek lanjutan, multiyears, defisit dan aspirasi. Akhirnya disepakati anggaran untuk Dinas PU sekitar Rp700 Miliar,” ujarnya. Dalam RDP yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kukar Abdurrachman itu akhirnya disepakati empat item proyek yang diprioritaskan di Muara Jawa, Empat item proyek itu meliputi semenisasi jalur dua Jl A Yani sepanjang 2 kilometer, Jl Karya Bersama sepanjang 3,5 kilometer, jalan tembus Handil IV-Teluk Dalam 3,5 kilometer dan lanjutan smenisasi Jl RE Martadinata sepanjang 5 kilometer.awi
|