Kerusakan Jembatan Kehewanan Makin Parah2011-01-11 04:14:32
SAMARINDA-Bagi pengguna fasilitas umum, jangan heran apanila melintas di atas Jembatan Kehewanan. Mereka akan merasakan khawatir ketika melintasi jembatan tersebut. Ini artinya, Jembatan Kehewanan itu sudah saatnya diperbaiki, agar tidak meresahkan masyarakat. Pasalnya, hingga saat ini kondisi jembatan kayu satu-satunya yang menghubungkan dua kelurahan yaitu Kelurahan Sidomulyo dan Kelurahan Sungai Pinang Luar tak kunjung mendapat perhatian pemerintah. Dari pantauan Poskota Kaltim, jembatan yang juga menghubungkan dua jalan yaitu Jl Marsda A Saleh dan Jl Abdul Muthalib, Samarinda Ilir kondisinya kian parah. Banyak yang berlubang, akibat kayu yang sudah rapuk. Terlihat dari banyaknya perekat papan ulin sebagai landasan jembatan banyak terlepas bahkan hilang. Tak hanya itu, jika diperhatikan, diujung jembatan tua itu terlihat amblas. Kondisi ini tentu menyulitkan pengguna motor melintas di atas jembatan dengan nyaman. "Biasanya kalau Jembatan Kehewanan tersebut sedikit saja rusak, pemkot langsung memperbaiki. Ini sudah lebih dari 5 bulan, tetapi tak juga ada perbaikan. Terakhir peristiwa yang terjadi di sini, tangki bensin mobil warga yang mau melintas di atas jembatan robek karena tersangkut," kata Agus, Senin (10/1), warga Jl Marsda A Saleh, RT 14, Samarinda Ilir. Melihat kondisi jembatan yang kian membahayakan, warga dengan sukarela memperbaiki jembatan kayu yang juga tampak miring itu. "Yang kami sempat perbaiki itu, ya hanya jalan naik ke atas jembatan. Itu pun hanya menggunakan tanah sisa penurapan Sungai Karang Mumus (SKM). Maksudnya, supaya kalau ada motor atau mobil yang mau melintas di atas jembatan tidak kesulitan," kata Agus. Menyikapi belum adanya perbaikan pada Jembatan Kehewanan, Lurah Sidomulyo Darmawansyah SSos saat dikonfirmasi berharap jembatan itu bisa segera dilakukan. Lantaran, masih banyak warga yang memanfaatkan Jembatan Kehewanan sebagai sara untuk beraktifitas. "Kalau perlu dibongkar, tetapi diganti dengan yang baru, tak perlu lebar dan besar. Cukup hanya dapat dilalui pejalan kaki atau pengendara motor. Kasihan kalau jembatan dibongkar, tetapi tidak diganti. Di sini banyak anak sekolah yang sudah pasti memanfaatkan betul keberadaan jembatan kayu itu," katanyanya.aon
|