Tambang Emas di Tabang Illegal

Positif Gunakan Zat Kimia Berbahaya

2011-01-12  06:58:27

TENGGARONG-Tambang emas di Tabang Kutai Kartanegara yang beberapa waktu lalu dilaporkan masyarakat dan telah menyebabkan kerusakan lingkungan maupun gangguan kesehatan warga, ternyata ilegal serta terbukti menggunakan zak kimia berbahaya.
Tim investigasi yang dipimpin Kapolsek Tabang Iptu I Gede Darma memastikan bahwa keberadaan tambang emas itu Ilegal. Namun hingga saat ini pihaknya belum bisa menutup, karena bersinggungan dengan efek sosial masyarakat sekitar.
Sebelumnya, warga Desa Muara Tuboq dan Sungai Lunuq, Kecamatan Tabang, Kukar mengadu ke polisi karena wilayahnya 'diserbu' ribuan penambang emas tradisional.
Bahkan, perkembangannya ada 18 kepala desa di Tabang mengirim surat yang juga ditembuskan ke Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak, untuk meminta tambang emas itu dihentikan.
Ke-18 itu adalah Kades Muara Tuboq, Muara Kebaq, Muara Belinau, Muara Tiq, Muara Salung, Umaq Bekuai, Sidomulyo, Tabang Lama, Umaq Tukung, Muara Pedohon, Umaq Dian, Buluq Sen, Ritan Baru, Tukung Ritan, Muara Ritan, Long Lalang, Baru dan Kades Gunung Sari.
Laporan tambang emas yang diadukan 18 Kepala desa itu mendapat respon Kapolda Kaltim Irjen Mathius Salempang dan Kapolda, untuk membentuk tim investigasi guna melakukan penelitian keberadaan tambang itu.
Hal ini diungkapkan Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Fadjar Abdullah kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa (11/1).
Fadjar mengatakan bahwa berdasarkan penelusuran tim investigasi yang berjumlah 4 orang anggota kepolisian Polres Kukar didapat data bahwa ada 700 orang penambang emas ilegal di Desa Muara Tuboq dan Sungai Lunuq, Kecamatan Tabang yang positif menggunakan bahan kimia berupa merkuri atau air raksa.
Lanjut dia, umumnya penambang adalah warga pendatang dari Kalteng dan beberapa warga sekitar. Namun jumlahnya tidak banyak.
Para penambang menggunakan mesin dan berkerja secara berkelompok membongkar tanah disekitar sungai hingga membentuk terowongan yang dalamnya bisa mencapai 10 meter. Hasil pekerjaan mereka kemudian dijual ke warga.
Akibat aktivitas para penambang Emas ilagel ini membuat kondisi lingkungan disekitar Sungai Lunuq menjadi rusak parah. Pasalnya, aktivitas penambang liar itu telah meninggalkan terowongan di sepanjang Sungai Lunuq.
“Sekali operasi para penambang bisa mendapat sekitar 200 gram emas dengan kadungan murni 99 persen,” kata Fadjar.
Dari hasil investigasi ditemukan juga warga penggunaan mercuri. Bahan berbahaya itu membuat Sungai Kiau Kaca yang berhubungan dengan Sungai Lunuq tercemar. Akibatnya, warga yang memanfaatkan air ungai itu mengalami gangguan kesehatan, seperti kelumpuhan, gatal-gatal dan penyakit kulit.
“Karena mercuri dan air keras itu tidak bisa larut dalam air. Asap pembakaran juga mengendap di permukiman warga dan mengakibatkan warga batuk-batuk,” tegas Fadjar. M4n

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim


New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 2409 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...