Harga Cabe Masih Tinggi2011-01-12 07:01:20
SAMARINDA-Meski harga cabe di sejumlah pasar tradisional di Samarinda telah berangsur turun, namun harganya masih terlalu tinggi bagi masyarakat. Pedagang bakso dan warung makanan di Samarinda mengaku tidak bisa membuat sambal, karena harga cabe masih sangat tinggi, yakni berkisar Rp75-80 ribu/kilo. Padahal sebelumnya hanya Rp30-40 ribu/kilo. Yadi, pedagang bakso di Jl AW Syahranie menyampaikan bahwa sudah lebih sepekan, harga cabe di pasar mencapai Rp125.000/kilogram. "Kami tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah dan terpaksa membeli cabai dengan harga seperti`harga emas. Beruntung kemarin harga cabe sudah mulai turun" kata pedagang bakso asal Kediri. Yadi mengaku selama berjualan bakso lebih 10 tahun, dirinya belum pernah mengalami kenaikan harga cabe diatas Rp100.000/kg. Namun belakangan ini, harga cabai di Samarinda terus mengalami kenaikan mulai dari Rp60.000-Rp 125.000/kg. Padahal, lanjut Yadi, dalam kondisi normal, harga cabe di Pasar Segiri dan Pasar Pagi berkisar Rp30.000-Rp35.000/ kg. "Pernah terjadi kenaikan harga cabai mencapai Rp60.000 per kg. Tetapi terjadi saat menjelang hari-hari besar Islam atau hari besar nasional," kata dia. Namun belakangan ini, kenaikan harga cabai terjadi pada hari-hari biasa, karena menurut sejumlah pedagang, cabe yang mereka jual dikirim dari Surabaya, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat. Disinggung harga bakso seiring dengan kenaikan harga cabe, Yadi mengaku tidak menaikan harga baksonya. "Cabe bukan salah satu komponen utama yang dijual. Dari itu harganya tak dinaikkan. Penggunaan cabenya saja yang dikurangi memang pedasnya juga berkurang," katanya. M4n
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...