Hampir Semua Guru SMA 10 Minta Mutasi2011-01-12 07:02:04
SAMARINDA-Polemik SMA 10 Samarinda masih berlanjut dan tidak menemui titik terang. Bahkan belakangan ini para guru-guru pun menjadi resah. Diantara mereka merasa sudah tak nyaman lagi mengajar dan meminta dimutasi ke sekolah lain. Menurut Ketua Committee Sekolah Drs Mulyono Ari Wibowo, hampir semua guru di SMA 10 meminta untuk mutasi akibat polemik yang belum juga selesai. Guru-guru juga sudah tidak nyaman lagi dalam mengajar sejumlah siswa-siswa yang ada di SMA 10 tersebut. "Guru-guru minta mutasi tapi saya tahan. Nanti ditakutkan SMA 10 kekurangan guru mengajar dan berimbas kesiswa-siswa," kata Mulyono, Selasa (11/1) saat dikonfirmasi Poskota Kaltim di SMA 10. Sebelum pertemuan 23 Desember 2010 antara Pemprov Kaltim, Yayasan Melati, Pembina Yayasan Melati, dan tim terpadu penyelesaian polemik SMA 10, menurut dia perwakilan guru menghadap Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Saat itu, katanya, Gubernur menjanjikan akhir Desember persoalan ini sudah selesai. Tapi kenyataannya sampai saat ini masih berlanjut juga. Bahkan, Yayasan Melati yang sebelumnya telah memutus hubungan dengan Disdik kembali disambung untuk urusi SMA 10. "Kelanjutan kerja sama dengan Yayasan Melati ini membuat guru frustasi. Selama ini yayasan hanya menyusahkan guru dan siswa dalam hal manajemen sarana dan asrama," ujar Mulyono. Sementara itu, Suyanto, salah satu guru SMA 10 mengatakan, kondisi sekolah yang tidak menentu berdampak pada ketidaknyamanan mengajar. "Walau kami adalah pendidik, tapi juga ada kegamangan terkait penyelesaian polemik SMA 10 yang berlarut-larut," paparnya. aon
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...