Klub ISL Minta Denda Kartu Dihapuskan2011-01-12 07:02:51
SAMARINDA-Klub peserta Indonesia Super Liga (ISL) mengharapkan kebijakan PSSI untuk menghapuskan sanksi berupa denda uang kepada tim yang pemainnya terkena kartu merah atau kuning saat melakoni pertandingan. Sebab dikatakan Harbiansyah Hanafiah, General meneger Persisam Putra Samarinda sangsi denda itu dirasakan cukup memberatkan klub, apalagi melihat kondisi beberapa klub ISL yang tengah mengalami krisis keuangan. "Saat ini banyak klub yang belum bisa membayarkan gaji pemainnya, akibat sulitnya mencari sumber dana, tentunya mereka akan lebih terbebani dengan harus membayarkan denda untuk pemainnya yang terkena hukuman kartu baik merah maupun kuning pada saat melakoni pertandingan," jelas Harbiansyah Hanafiah, di Samarinda, Selasa (11/1). Secara partial denda kartu terdiri dari dua kartu kuning Rp 10 juta, kartu merah Rp 20 juta untuk setiap pemain pada saat pertandingan memang dalam nilai yang bisa dijangkau oleh semua klub ISL. Namun bila di kalkulasikan secara total dari seluruh pertandingan yang dilakoni oleh semua klub peserta ISL, maka denda itu bisa mencapai angka ratusan juta rupiah untuk satu musim pertandingan saja. "Tentunya nilai itu cukup banyak dan memberatkan semua klub dengan harus membayarkan denda sampai ratusan juta, maka dari itu aturan ini hendaknya dievaluasi ulang oleh PSSI, demi eksistensi dan kelangsungan hidup klub itu sendiri," papar Harbiansyah. Sebab menurut dia, tanpa sangsi berupa denda uang, hukuman kartu merah maupun kuning sudah merugikan baik pemain maupun klub itu sendiri, karena pemain tentunya tidak bisa bermain pada pertandingan selanjutnya apabila dia mendapatkan hukuman kartu dari wasit dan imbasnya juga dirasakan klub yang menginginkan formasi pemain "full tim" pada saat pertandingan. "Bisa dikatakan pelanggaran yang membuahkan kartu itu bukan unsur kesengajaan pemain atau bagian dari strategi tim, tapi lebih dominan pada "human eror" pemain pada saat dilapangan," jelas Harbiansyah. Pentingnya menindaka lanjuti, pihaknya akan menyampaikan usulan itu secara langsung kepada Nurdin Halid, ketua umum PSSI dan akan menyampaikan pula pada rapat PSSI yang diagendakan tahun ini. "Yang kami inginkan tentunya sepak bola Indonesia ini bisa maju, dan oleh sebab itu PSSI juga harus peka menyikapi gejala kesulitan yang dialami oleh klub dibawah naungannya, jangan sampai klub mempunyai pandangan negatif dan akhirnya malah keluar dari PSSI," tegas Harbiansyah mengakhiri.at
|