Gubernur Kaltim Resmikan Pembangunan Jalan TolEnam Investor Siap KSO
2011-01-13 06:18:02
BALIKPAPAN, Satu terobosan baru dilakukan pemerintah provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dengan meresmikan jalan bebas hambatan (Tol) yang melintasi tiga kota dan kabupaten sepanjang 99,2 km dengan lebar 36.90 meter dengan dua jalur dan enam lajur sekaligus menjadi jalan penghubung antar provinsi di Kalimantan. Direncanakan Menteri PU Joko Kirmanto, akan meresmikan pembangunan jalan bebas hambatan ini namun karena beliau harus melantik sejumlah pejabat eselon II di Kementerain PU itu maka kunjungan ke Kaltim hanya diwakilkan saja namun itu tidak mengganggu kelancaran peresmian pembangunan jalan tol yang satu-satunya di Kalimantan. ‘’Rencananya pencanangan proyek jalan tol pertama di Kalimantan senilai Rp 6,26 triliun dilakukan oleh Menteri PU namun karena ada tugas yang sangat penting sehingga rencana itu dibatalkan dan kami (Gubernur Kaltim, red) yang akan menggantikan pak menteri PU,’’ kata Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak, ketika memberikan sambutan pada pencanangan jalan bebas hambatan atau jalan tol di Manggar, Balikpapan Timur, Rabu (12/01). Menurut Awang Farouk Ishak, Kaltim menjadi perhatian pemerintah pusat terutama dalam berbagai pembangunan seperti perkebunan kelapa sawit, pembangunan pabrik pupuk di Bontang dan beberapa pembangunan lainnya di sejumlah daerah di Kaltim ini termasuk pembangunan jalan tol ini, apalagi menurut Menteri PU kalau jalan tol ini menjadi tal penghubung empat provinsi di Kalimantan. Proyek yang akan menghabiskan dana Rp 6,26 triliun, terdiri dari Rp 5,03 triliun untuk konstruksi; dan Rp 1,23 triliun pembebasan lahan sedangkan untuk memulai proyek perlu gelontoran dana pendamping bersumnber dari APBD Kaltim sebesar Rp 2 triliun secara multi years pada 2010-2013, sisanya akan dialokasikan dari pinjaman lunak luar negeri (loan) sebesar Rp 3 triliun dan dari investor kurang lebih Rp 1,2 triliun. Dari data teknis Dinas PU dan Kimpraswil Kaltim, secara ringkas, panjang keseluruhan jalan 99,02 kilometer dan lebar 36,9 meter, jalan dibuat dua jalur dengan enam lajur dan masing-masing lajur lebarnya 3,6 meter seluruh jalan tol dilapisi rigid pavement atau cor beton dengan rencana kecepatan kendaraan saat melintas 100 km/jam. Geologi lahan jalan bebas hambatan ini di lembah dengan jenis tanah lanau dan lempung namun sangat aman dari patahan atau tanah bergeser, selain itu, jalan tol melewati hutan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto di Kutai Kartanegara dan Hutan Lindung Manggar, Balikpapan namun ijin dari menteri kehutanan sudah tidak masalah karena tinggal menunggu turunnya SK berkaitan dengan perijinan penggunaan lahan di hutan lartangan itu. Sebelumnya, Kadis PU dan Kimpraswil Kaltim, Ir Husinsyah, mengatakan proyek ini juga sudah ditetapkan sebagai jalan nasional oleh Menteri PU melalui Keputusan No 567/KPTS/M/2010 tentang Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional pada 10 November 2010 dan proyek tol Kaltim masuk dalam rencana tol nasional di Kementerian PU sepanjang 4 ribu kilometer dan perlu diketahui di Kalimantan yang ada jalan tol baru di Kaltim. Titik awal (nol) jalan bebas hambatan di 400 meter sebelah timur Jl Soekarno Hatta, Km 13 Balikpapan, untuk menuju titik awal tersebut diperlukan jalan akses dan jalan akses ini masuk dalam rencana Ring Road III Balikpapan, di titik inilah terdapat pertemuan tiga jalur, pertama, dari Jembatan Pulau Balang menuju Penajam dan Kalimantan Selatan, kedua, dari Manggar (Bandara Internasional Sepinggan), dan terakhir dari arah Samarinda. Husinsyah sebenarnya sejumlah undangan sudah menyatakan hadir termasuk menteri PU, selain itu ada nama menteri, Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, dan Menteri Perindustrian, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Perhubungan, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Husinsyah juga mengatakan kalau pembangunan jalan tol ini terdiri dari lima paket yakni paket I dari Km. 13 ke Samboja akan dikerjakan oleh PT Wijaya Karya, PT Jasin Effrin Jaya dan PT Budi Bhakti Prima KSO akan menghabiskan dana Rp. 374.734.119.000. Paket II Samboja – Palaran I nantinya akan dikerjakan oleh PT Waskita karya, PT Rimba Ayu Kencana dan PT Marinda Utama Karya Subur KSO dengan total dana Rp. 374.246.537.000, paket III Samarinda – Palaran II akan dikerjakan oleh PT Bangun Citra Kontraktor dan PT Mahir Jaya Mahakam Raya dengan total anggaran mencapai Rp. 366393.977.000. Paket IV menghubungkan Palaran – Jembatan Mahkota 2 dikerjakan oleh PT. Hutama Karya dan PT. Surya Bakti Grup dan paket V, menghubungkan Km. 13 – Sepinggan Balikpapan nanti dikerjakan oleh PT Adi Karya, PT Sumber Bahagia dan PT Perdana Bumi Syahrihati dan akan menghabiskan Rp. 373.683.751.000. Ditanya konsultan yang dipakai, Husinsyah mengatakan untuk konsultan PT Anugrah Kridapradana dari Jakarta sedangkan manajemen konstruksi adalah PT Ganes Enginerring Konsultana asal Jakara. max
|