Koperasi dan UMKM Meningkat2011-01-13 07:15:49
SAMARINDA Poskota Kaltim, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop UMKM) Kaltim terus berupaya melakukan kegiatan-kegiatan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) selaku instansi atau satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dalam pencapaian target kinerjanya. “Sesuai dengan tupoksi yang diberikan pada instansi ini sebagai SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim tentu memiliki program kerja dan capaian yang haris diwujudkan. Maka sudah semestinya target kinerja yang menjadi tanggungjawab harus tercapai,” kata Kepala Dinas Perindagkop UMKM Kaltim HM Yadi Sabianoor. Seperti pertumbuhan jumlah koperasi meningkat menjadi 5.338 unit pada 2009 dari 3.828 unit pada 2008 lalu, atau mengalami kenaikan sebanyak 1.510 unit atau mencapai 39,45 persen dari target yang ditetapkan hanya sebesar 4 hingga 5 persen. Sedangkan anggota koperasi tersebut sebanyak 405.260 orang pada 2008 meningkat menjadi 795.610 orang pada 2009, berarti mengalami penambahan anggota sebanyak 390.350 orang atau kenaikan sekitar 49,06 persen. Sementara itu untuk perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah hingga akhir 2009, untuk Usaha Mikro terdapat 14.146 unit, usaha Kecil terdapat 366.408 unit dan usaha Menengah terdapat sebanyak 817 unit. Dengan klasifikasi usaha, terdiri dari industri 308.036 unit, perdagangan sebanyak 44.434 unit dan sektor jasa sebanyak 28.901 unit. “Program pro rakyat 2010 mencakup program peningkatan sumber daya manusia (SDM) koperasi dan usaha mikro kecil menengah. Program pengembangan fasilitasi peningkatan permodalan koperasi dan UMKM, serta program pengembangan sistem pendukung usaha bagi UMKM dan program peningkatan kualitas kelembagaan koperasi,” jelas Yadi. Untuk dana pembinaan koperasi dan UMKM yang disalurkan melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bankaltim bagi kelompok golongan usaha sebesar Rp1,76 triliun yang tersalurkan kepada 6.290 debitur. Khusus untuk sektor pertanian dalam arti luas yang merupakan program yang bersinggungan langsung dengan program pemerintah yang diperuntukkan atau dipergunakan melalui kredit UMKM, berupa program Kredit Sawit Sejahtera, Kredit Ternak Sejahtera dan Keramba Sejahtera se-Kaltim sebesar Rp1.032.831.534.386. Dengan rincian untuk program Kredit Sawit Sejahtera sebesar Rp1.028.014.534.386 (Rp1,02 miliar), program Kredit Ternak Sejahtera sebesar Rp3.472.000.000 (Rp3,47 miliar) dan program Kredit Keramba Sejahtera sebesar Rp1.345.000.000 (Rp1,34 miliar). “Program kredit Sawit Sejahtera untuk pengembangan sawit satu juta hektare. Begitu juga untuk kredit Keramba Sejahtera untuk mendukung program 500 ribu unit keramba yang bergerak disektor Budidaya Perikanan air tawar, laut dan air payau. Sedangkan kredit Ternak Sejahtera untuk mendukung terwujudnya swasembada daging sapi, kambing, kerbau dan unggas,” ujar Yadi. Sedangkan penyaluran dana kredit usaha rakyat (KUR) per Bank penyalur di Kaltim, hingga Oktober 2010 ini mencapai Rp734,98 juta (Rp734.985.000) dengan jumlah nasabah sebanyak 61.424 orang, berasal dari BNI Rp46, 102 juta dengan jumlah nasabah 283 orang, BRI (KUR Ritel) Rp113.721.000 dengan nasabah 1.005 orang, BRI (KUR Mikro) Rp269.698.000 dengan nasabah sebanyak 58.424 orang. Bank Mandiri Rp256.495.000 dengan nasabah sebanyak 1.476 orang, Bank Tabungan Negara Rp19.678 dengan nasabah 146 orang, BUKOPIN Rp23.678.000 dengan nasabah 66 orang dan Bank Syariah Mandiri sebesar Rp5.614.000 dengan nasabah 24 orang.mar
|