Diminta Menggerakkan Masyarakat Bergotong Royong2011-01-13 07:19:15
SAMARINDA, Memperingati Hari Jadi Kota Samarinda ke-343 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemkot Samarinda ke-51 tahun 2011, walikota Samarinda H Syaharie Jaang mengimbau kepada seluruh pimpinan instansi, camat dan lurah se-Kota Samarinda serta warga maupun pihak swasta untuk memasang spanduk, umbul-umbul dan lampu hias. “Kami harapkan untuk memeriahkan hari jadi kota dengan slogan enjoy to Samarinda 2011, supaya dipasang spanduk, umbul-umbul dan lampu hias pada halaman kantor, toko serta rumah masing-masing, dari tanggal 15 sampai 31 Januari,” ujar Walikota, seraya menambahkan edaran terkait telah disebarkan. Menurutnya, dengan kemeriahan ini, akan menciptakan suasana yang nyaman, sesuai slogan. Terlebih lagi warga dari luar Samarinda yang datang ke kota Tepian bersamaan hari jadi kota. “Mari kita membuat kesan yang indah di saat hari jadi kota, baik kepada warga sendiri maupun tamu yang berkunjung. Kemeriahan seperti ini sudah berlangsung selama 3 tahun berturut-turut dengan melibatkan peran pihak ketiga,” ucapnya. Salah satunya, lanjut Syaharie, dengan program Gebyar Diskon dan Big Sale, mulai 15-31 Januari. Dimana, semua pelaku usaha di Samarinda termasuk mal, THM, hotel, toko, rumah makan dan lainnya memberikan harga khusus/diskon kepada pembelinya. Untuk menciptakan kesan yang baik, sebutnya, walikota juga mengimbau agar menjadikan momentum Hari Jadi Kota ini dengan melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan masing-masih. “Camat dan lurah se kota Samarinda sudah kami instruksikan untuk menggerakkan masyarakat melaksanakan gotong royong,” imbuhnya. Tak hanya itu, katanya, puncaknya pada 28 Januari akan dilaksanakan secara serentak bersih-bersih kota selama 1 jam. “Kami harapkan partisipasi warga,kantor-kantor pemerintahan, swasta, dunia usaha, untuk berpartisipasi. Tidak lama, cuma 1 jam saja,” tandasnya. Begitu pula kepada para pedagang di pasar-pasar dimintanya juga mendukung kegiatan ini, dan tidak perlu lama. “Bagi pemilik toko, jika mereka tidak bisa turun, minimal ada anak buahnya yang ikut turun melakukan bersih. Apakah itu toko-toko di pinggir jalan maupun toko-toko di pasar. Terlebih lagi pedagang kios maupun petak-petak,” pintanya.john.
|