Pelabuhan Internasional Perlu Direalisasikan2011-01-13 07:20:21
SAMARINDA, Kendati memunculkan pilihan lain untuk membangun pelabuhan internasional di kawasan internasional terpadu, antara Maloy dan Teluk Golok, namun Pemprov Kaltim diminta segera merealisasikan pembangunan pelabuhan internasional tersebut. Walaupun, Pemprov juga diminta untuk melakukan kajian mendalam terkait titik ordinat penempatan pelabuhan kawasan internasional terpadu itu. Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Saifuddin DJ menegaskan, Pemprov Kaltim harus cepat merealisasikan rencana pembangunan pelabuhan international, jika tak ingin kehilangan kesempatan emas. Pasalnya imbuh Saifuddin, sudah ada daerah lain yang mengincar akan membangun pelabuhan international, salah satunya adalah Kalteng. "Kaltim’kan sudah mendapatkan inpres (Instruksi Presiden, red) atas pembangunan pelabuhan internasional itu. Nah, kalau memang benar, hal itu harus cepat direalisasikan. Karena kalau tidak cepat, inpres itu nanti dicabut," sebutnya. Kendati harus cepat, Saifuddin meminta agar dua hal yakni Amdal dan perencanaan pembangunan Maloy bisa segera dipenuhi oleh Pemprov Kaltim. "Cepat, tapi dua hal yang dewan minta, harus seera dilakukan," imbuhnya. Diakuinya bahwa apabila terealisasi, pelabuhan internasional itu sangat memberikan keuntungan bagi Kaltim. Dari sisi perekonomian maupun pembangunan lainnya. "Nantinya semua lalulintas barang khususnya industri akan terpusat di pelabuhan tersebut. Begitu juga dari sisi pembangunan perekonomian, keberadaan Pelabuhan itu bisa mendongkrak perekonomian daerah Kaltim, khususnya, Kutim," katanya. Saifuddin juga meminta agar Pemprov Kaltim transparan dalam masalah pembangunan pelabuhan tersebut. " Terutama terkait masalah pendanaan. Dari awal disebutkan bahwa pelabuhan internasional itu akan dibangun oleh investor. Nah, mana investornya? Kalau ada kita mau tahu, investor dari mana? Informasikan investornya, jangan sampai salah memilih investor, kita mau tahu juga apa alasan investor itu, dan sejauh mana komitmennya," beber politisi besutan mantan Pangkostrad, Prabowo Subianto ini. Terpisah, Ketua Fraksi PAN, Zain Taufiqurrahman menegaskan pemilihan lokasi pembangunan pelabuhan laut berstandar internasional, antara Maloy dan Teluk Golok harus segera ditentukan. Maksimal menurutnya harus ditetapkan sebelum awal 2011. "Harus ada kejelasan dulu. Sebelum dibangun harus ditentukan dulu mana lokasi pelabuhan," ucap Zain. Dilanjutkannya, penetapan lokasi tersebut adalah pilihan harus dilakukan. Apalagi tahun anggaran 2011 segera dimulakan. "Saya dengar yang terkuat pilihannya Maloy," katanya. Ia mengaku kuat memilih Maloy, meski dari berbagai sudut Teluk Golok lebih layak, namun menyandang status kawasan Perlindungan Karang Nasional menjadikan kelebihan itu tidak memberikan dukungan bisa jadi lokasi pelabuhan. "Kajian tim memberikan nilai plus untuk Teluk Golok. Tetapi karena berstatus Perlindungan Karang Nasional membuat kecil kemungkinan Teluk Golok terpilih menjadi lokasi pelabuhan," tegas Zain. Tentang kesiapan pendanaan Zain memberikan informasi telah teralokasi dana senilai Rp7 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kaltim serta Rp3 miliar dari APBD Kutim. "Dan kedua sumber alokasi pembangunan diperuntukan untuk pembebasan lahan," jelas Zain. Diinformasikan, lahan dibebaskan untuk pembangunan pelabuhan ada tiga tahap, pertama jangka pendek 500 hektare, kedua jangka menengah 1.000 hektare serta jangka panjang 4.000 hektare. fer
|