Daftar Surat Pembaca
| 1 2 3 4 5 6 > Last › |
| Nama | : IANTOS |
| : IANTOS@ROCKETMAIL.COM | |
| alamat | : BULUNGAN |
| comment | : BANTUAN RUMAH LAYAK HUNI DI DESA ARDI MULYO DI PERJUAL BELIKAN BAHKAN SEORANG WARGA MENGETAHUI KALAU RUMAH TERSEBUT DI BELI OLEH OKNUM POLISI SETEMPAT SEHARGA RP.22JTA.KEPALA DESA ARDI MULYO JARANG DI TEMPAT BAHKAN KELILING DI KOTA KOTA BESAR,APAKAH DINAS ATAU KEPENTINGAN PRIBADI SEMENTARA DESANYA TIDAK DI URUS JALANAN HANCUR SEMENTARA DI DESA ARDI MULYO ADA 3 PERUSAHAAN TINGAGAL DI SITU ,ADA APA DENGAN SEMUA INI?.BELUM LAGI DI DESA INI TELAH BERDIRI KOPERASI JAYA TARUNA MANDIRI YANG SEMUA PENGURUSNYA TERBENTUK TANPA SEPENGETAHUAN ANGGOTANYA ALIAS TERBENTUK SENDIRI TANPA DIADAKAN KESEPAKATAN ANGGOTA,APALAGI KETUANYA SEORANG PNS,SEMENTARA BENDAHARANYA ADALAH PEGAWAI KECAMATAN INI MENANDAKAN DESA ARDI MULYO MULAI DARI KEPALA DESANYA SAMPAI OKNUM OKNUM YANG BERPOLITIK MEMPERGUNAKAN KESEMPATAN INI DEMI KEPENTINGAN PRIBADI DAN SAMA SEKALI TIDAK MEMIKIRKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PADAHAL INI KESEMPATAN BESAR BAGI DESA ARDI MULYO KARENA ADA 3 PERUSAHAAN TAMBANG YANG TINGGAL DI DESA INI YAITU GPE,DBG DAN MJE. |
| Nama | : Noto Sunaryo |
| : kadeskelinjauulu@yahoo.com | |
| alamat | : kelinjau ulu |
| comment | : Oknum Polisi Diduga Aniaya Dua Pelajar SMP. SANGATTA - Seorang oknum polisi berinisial Brigpol YP diduga memukul dua pelajar SMP karena dianggap menjadi penyebab jatuh keponakannya di ruas jalan semenisasi di Desa Kelinjau Ilir, Kecamatan Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur, Minggu (14/10/2012). Keluarga korban, yang menolak namanya dikorankan, mengatakan peristiwa tersebut berawal dari jatuhnya keponakan YP saat berpapasan dengan Rahmadi dan Megawati yang belakangan menjadi korban pemukulan. Rahmadi dan Mega dituding menyerempet keponakan YP. Tidak terima dengan peristiwa tersebut, YP kemudian mendatangi Rahmadi dan Mega yang berada di mess guru di SMP tempat mereka menuntut ilmu. Keduanya sedang bersantai usai mengikuti kegiatan Pramuka pada malam harinya. Rahmadi dan Mega lalu diminta mengikuti YP menuju rumahnya. Mereka beriringan mengendarai sepeda motor. Mereka lalu dibawa masuk ke rumah YP melalui pintu belakang. Sesampainya di dalam rumah, YP lalu marah dan memukul keduanya. Ia juga sempat bertanya siapa nama orangtua mereka. Selepas itu, keduanya langsung disuruh pulang. "Akibat pemukulan itu, Mega sempat pingsan dan dirawat di Puskesmas. Keduanya juga sudah melakukan visum di Puskesmas tersebut," kata keluarga korban. Keluarga korban jelas tidak terima dengan kejadian ini. "Kami tidak terima. Pertama, karena memang kedua korban tidak menyerempet keponakan polisi itu. Dia jatuh sendiri. Maklum kondisi jalan licin karena habis hujan," katanya. Kedua, keluarga tidak terima dengan aksi pemukulan tersebut. "Kalau memang mau diperiksa, silakan dilakukan dengan baik-baik di Mapolsek. Jangan dibawa ke rumah lalu dipukuli seperti itu," katanya. Pascakejadian, keluarga korban dan warga sempat mendatangi ke Mapolsek Muara Ancalong untuk meminta Kapolsek menindak oknum anggotanya yang melakukan tindakan sewenang-wenang. "Kapolsek sempat tidak mau menemui kami. Namun akhirnya beliau bersedia. Kabarnya YP masih ditahan untuk diperiksa. Yang jelas kami menuntut agar oknum tersebut ditindak tegas," katanya. |
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Hotline
Telpon / Fax : 0541-662356
iklan@poskotakaltim.com
pemasaran@poskotakaltim.com
langganan@poskotakaltim.com
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Pasang iklan anda disini...